Daftar 9 Pemimpin Hamas yang Dibunuh Israel

Jakarta, CNBC Indonesia – Tentara Israel menyebut serangan mereka di Gaza tidak akan usai hingga Hamas yang memimpin wilayah itu saat ini dapat dihancurkan. Tak tanggung-tanggung, pasukan Israel mengincar para pejabat dari kelompok Palestina tersebut.

Sejauh ini tentara Israel diklaim telah membunuh beberapa tokoh sentral di Hamas.

Berikut daftarnya, seperti dihimpun CNBC Indonesia dari berbagai sumber pada Selasa (9/1/2024).

Hassan Akasha

Akasha merupakan tokoh sentral di Suriah yang bertanggung jawab atas serangan roket Hamas terhadap Israel. Militer Israel mengatakan Akasha telah “dihilangkan” di Beit Jinn, sebuah wilayah di bawah kendali pemerintah Suriah yang dekat dengan Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi Israel.

“Dia adalah tokoh sentral yang bertanggung jawab atas roket yang ditembakkan Hamas dari wilayah Suriah ke Israel dalam beberapa pekan terakhir,” kata militer dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip AFP, Selasa (9/1/2024).

Pembunuhan itu terjadi di saat meningkatnya ketegangan regional ketika perang Israel melawan kelompok militan Palestina Hamas berkecamuk di Jalur Gaza.

Saleh Al Arouri

Israel membunuh salah satu bos Hamas, Saleh Al Arouri. Wakil pemimpin Hamas yang kerap menjadi juru bicara kelompok tersebut tewas diserang drone di ibu kota Lebanon, Beirut, Selasa (3/1/2024) waktu setempat.

Lebanon sendiri marah karena serangan tersebut sama saja dengan pelanggaran kedaulatan. Sementara Iran meyakini akan ada konsekuensi lebih parah.

Emad Akel

Akel, yang bergabung dengan Hamas saat remaja, dibunuh oleh pasukan Israel. Akel mendapat julukan ‘The Ghost’ berkat kemampuannya dalam penyamaran untuk melancarkan serangan kepada pasukan Israel.

Namun Akel berhasil ditemukan oleh intelijen Israel melalui informan, di mana ia ditembak mati oleh pasukan khusus Israel di luar rumahnya di Shuja’iyya pada tahun 1993. Ia tewas dalam usia 22 tahun.

Yahya Ayyash

Ayyash, yang disebut sebagai ‘Sang Insinyur’, merupakan kepala pembuat bom yang bertanggung jawab atas pembuatan bom bunuh diri terhadap pasukan Israel. Ia juga merupakan komandan batalyon Brigade Al-Qassam di Tepi Barat (West Bank).

Ayyash tewas dibunuh pasukan Israel dalam usia 29 tahun. Israel menempatkan alat peledak di teleponnya dan meledakkannya dari jarak jauh setelah Ayyash menerima telepon dari ayahnya.

Salah Shehadeh

Shehadeh merupakan pemimpin Brigade Qassam selama Intifada Kedua. Ia mendalangi serangan terhadap pasukan Israel dan juga bertanggung jawab mengawasi pembuatan roket Qassam dan penyelundupan gudang senjata Hamas.

Ia tewas dalam usia 49 tahun bersama seluruh keluarganya setelah Angkatan Udara Israel menjatuhkan bom seberat satu ton di lingkungan rumahnya di al-Daraj, Kota Gaza.

Ahmed Yassin

Pendiri gerakan Hamas dan tokoh paling berpengaruh dalam sejarah di Gaza ini dibunuh oleh pasukan Israel dalam usia 67 tahun pada 2004 silam.

Yassin, yang saat itu lumpuh, dibunuh dengan rudal Hellfire yang ditembakkan oleh Helikopter Apache Israel.

Abdel Aziz al-Rantisi

Al-Rantisi diangkat sebagai pemimpin baru Hamas setelah pembunuhan Yassin pada 22 Maret 2004. Saat itu ia telah menjadi dokter di Universitas Alexandria dan sudah melalui berbagai upaya pembunuhan serta deportasi ke Lebanon.

Namun ia berhasil dilacak pasukan Israel dan kemudian dibunuh oleh rudal Hellfire yang ditembakkan ke mobilnya oleh helikopter Apache Israel di Kota Gaza pada April 2004. Ia tewas dalam usia 56 tahun.

Adnan Al-Ghoul

Al-Ghoul terkenal sebagai ‘Bapak Qassam’ berkat karyanya dalam membangun sistem pengiriman roket Hamas yang ekstensif. Sebelum dibunuh Israel, ia juga bekerja sebagai asisten Yahya Ayyash.

Al-Ghoul dibunuh pada tahun 2004 dalam usia 42 tahun. Ia dibunuh oleh Israel yang melacaknya dan mengirim dua rudal tepat saat Al-Ghoul menaiki mobil.

Mahmoud al-Mabhouh

Mabhouh merupakan Kepala Staf Logistik Hamas. Ia juga sosok yang bertanggung jawab atas pengadaan sebagian besar persenjataan dan peralatan Hamas.

Namun ia Mabhouh dibunuh dengan sadis di kamar hotelnya di Dubai pada 2010. Pembunuhan terjadi setelah ia dilacak dengan cermat oleh 11 agen Mossad menggunakan paspor asing. https://darsalas.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*