Modal Menipis, NPL Bengkak, Bank Mayapada Bakal Rights Issue ke-14

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Mayapada Internasional Tbk. (MAYA) mengumumkan bakal menggelar rights issue dengan target penggalangan dana Rp 4,01 triliun.

Bank milik konglomerat Dato’ Sri Tahir itu bakal menerbitkan 26.741.153.601 saham seri B dengan harga pelaksanaan Rp150. Rights issue itu bertujuan untuk memperkuat permodalan dan modal kerja terutama untuk pemberian kredit.

Rencana aksi korporasi ini merupakan yang ke-14, yakni penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) XIV. Adapun Bank Mayapada hampir secara rutin melakukan aksi penambahan modal melalui penerbitan saham baru setiap tahun sejak 2013.

Tercatat, MAYA menerbitkan saham baru atau penawaran umum terbatas (PUT) VI pada 2013 sekitar Rp300 miliar dengan harga pelaksanaan Rp780 per saham. Lalu pada 2014, perseroan menerbitkan PUT VII senilai Rp500 miliar dengan harga pelaksanaan Rp1.150 per saham.

Kemudian, Bank Mayapada kembali menerbitkan saham baru dalam PUT VIII senilai Rp650 miliar dengan harga pelaksanaan Rp1.665 per saham, satu tahun setelahnya. Lalu, pada 2016 Mayapada menerbitkan saham baru senilai Rp1 triliun dalam PUT IX dengan harga pelaksanaan Rp1.630 per saham.

Setelah empat tahun beruntun melakukan rights issue, MAYA naik kelas menjadi bank umum kelompok usaha (BUKU) III pada 2017. Namun begitu, pada paruh kedua pada tahun yang sama Bank Mayapada kembali melanjukan penerbitan saham baru senilai Rp1 triliun melalui PUT X dengan harga pelaksanaan Rp1.830 per saham.

Rincian rights issue Bank Mayapada Internasional sejak tahun 2013 :

TahunAksi KorporasiTarget DanaHarga Pelaksanaan
2013PUT VIRp 300 miliarRp 780/saham
2014PUT VIIRp 500 miliarRp 1.150/saham
2015PUT VIIIRp 650 miliarRp 1.665/saham
2016PUT IXRp 1 triliunRp 1.630/saham
2017PUT XRp 1 triliunRp 1.830/saham
2018PUT XIRp 2 triliunRp 2.200/saham
2019PUT XIIRp 2 triliunRp 2.200/saham
2021PUT XIIIRp 1,9 triliunRp 400/saham
2024PUT XIVRp 4,01 triliunRp 150/saham

Melihat perubahan harganya secara historis, harga pelaksanaan rights issue MAYA telah turun drastis sejak  2021, lalu turun lagi pada tahun ini.

Untuk rights issue yang ke-14 ini, Direktur Utama MAYA Hariyono Tjahjarijadi menjelaskan aksi korporasi itu selain memperkuat struktur permodalan, juga bertujuan untuk ekspansi usaha di bidang ritel perdagangan UMKM.

Berdasarkan laporan keuangan Bank Mayapada kuartal III-2023, perusahaan mencatatkan kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 11,40%. Jumlah itu menyusut lebih dari 200 basis poin (bps) dari periode yang sama setahun sebelumnya sebesar 13,44%.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) MAYA kian membengkak. Pada September 2022, NPL gross di posisi 3,11% naik jadi 3,80% setahun setelahnya. NPL net juga demikian, naik dari 2,93% menjadi 1,77% di September 2023.

Hariyono mengatakan aksi korporasi yang hendak dilakukan pihaknya ini memang salah satu tujuannya untuk memperkuat bantalan modal yang semakin tipis.

“Memang rights issue diperuntukan sebagai salah satu cara untuk memperkuat struktur permodalan, untuk NPL gross akan selalu dijaga di level 2-3%,” ujarnya saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (8/1/2023).

MAYA membukukan laba bersih Rp66,02 miliar pada kuartal III-2023, ambles 39,83% secara tahunan (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp109,74 miliar. Mengutip laporan keuangan, pendapatan bunga naik 15,1% yoy menjadi Rp6,53 triliun pada kuartal III-2023.

Bank Mayapada mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit Rp101,22 triliun pada kuartal III-2023, naik 11,18% yoy. Rasio pinjaman terhadap simpanan pun meningkat menjadi 92,18% dari yang setahun sebelumnya 83,07%. https://fokuslahlagi.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*